National Team for the Acceleration of Poverty Reduction (TNP2K)
Programmes

About Electricity for The Poor

Mengapa Program Listrik bagi Masyarakat Miskin?

Penyebab utama ketimpangan dan kemiskinan adalah kurangnya akses terhadap kesehatan, pendidikan, dan Infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi, dan listrik). 

Sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu belum menikmati sambungan listrik dan 12.000 desa tidak terjangkau layanan/fasilitas listrik. Rasio elektrifikasi di Indonesia sebesar 88,3% (per Desember 2015) relatif rendah dibandingkan negara-negara di ASEAN

Berangkat dari permasalah tersebut, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan mengembangkan model kemitraan Coorporate Social Responsibility (CSR) menggunakan data terpadu untuk mengatasi kesenjangan dengan memberikan akses listrik bagi masyarakat miskin.

 Adapun sasaran untuk program ini meliputi beberapa kriteria sebagai berikut:

1.  Rumah tangga miskin (prioritas utama 10% rumah tangga dengan kesejahteraan terendah

2.  Wilayah di luar rencana pengembangan distribusi PLN (off-grid)

3. 100 kabupaten/kota dengan indeks kesejahteraan wilayah terendah

Sebagai langkah awal, TNP2K melakukan tahapan ujicoba di tiga desa yaitu, Naileu, Kusi Utara dan Oemaman di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah sasaran 283 Rumah Tangga Sasaran (RTS). 

Calon Penerima Manfaat

Dalam melakukan uji coba, TNP2K bermitra dengan Lazismu--lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat secara produktif agar lebih tepat sasaran dan membantu penyelesaian masalah sosial masyarakat yang terus berkembang. 

Lazismu akan membagikan 1.064 solar panel berkapasitas 100 Kwh gratis secara bertahap ke tujuh desa di kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur NTT. Lazismu berkomitmen bahwa  program ini akan berlanjut hingga tahap pengembangan, dan menargetkan warga miskin yang ada di seluruh provinsi Indonesia.

Tujuan (jangka pendek) program ini adalah: 

1. Memberikan keadilan dan pemerataan akses listrik bagi masyarakat miskin dan tidak mampu (mendukung program peningkatan Rasio Elektrifikasi)

2. Mengurangi penggunaan minyak tanah (mengendalikan subsidi energi fosil, dan mengurangi efek rumah kaca dalam jangka panjang)

3. Mengintegrasi program CSR dan partisipasi masyarakat ke dalam strategi penanggulangan kemiskinan.

4. Mendukung program kampanye pemanfaatan energi terbarukan. 



 


Back to top

Loading...
Close