Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan - TNP2K
Artikel

ARTIKEL

Lokakarya Meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur

Juni 16, 2017 16:30:00 pm

Terkait hal tersebut, setelah mengumpulkan bukti pembelajaran serta praktik baik dari penyaluran bantuan program Listrik Bagi Masyarakat Miskin dengan mekanisme kemitraan ini, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengadakan “Lokakarya Meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur” yang diadakan pada (15/06), NTT.

Lokakarya Pelaksanaan MPM Data Terpadu PPFM Untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai

Mei 19, 2017 07:45:00 am

Lokakarya ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan perluasan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program BPNT menggunakan Data Terpadu PPFM sebagai sumber data utama dalam penetapan sasaran penerima manfaat. Dalam rangka meningkatkan akurasi penargetan program BPNT, pemerintah telah menyiapkan mekanisme pengaduan program yang diintegrasikan dengan pemutakhiran Data Terpadu PPFM melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM).

TNP2K Fasilitasi Sosialisasi Percepatan Penurunan Kemiskinan di Kabupaten Situbondo

Mei 1, 2017 11:10:00 am

TNP2K memfasilitasi kegiatan asistensi dan sosialisasi pelaksanaan Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) di Kabupaten Situbondo dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo yang diwakili oleh Fransiska Mardinaningsih pada 20-21 April lalu bertempat di Kantor Bupati.

Perluasan Ujicoba Program Listrik Bagi Masyarakat Miskin di Amanuban Timur, TTS

April 25, 2017 10:00:00 am

 

 

Setelah inisiatif Ujicoba Program Listrik bagi Masyarakat Miskin yang dilakukan di tiga desa (Oemaman, Kusi Utara dan Naileu) kepada 283 Rumah Tangga Sasaran  di Kabupaten Timor Tengah Selatan selesai dilakukan akhir 2016 lalu, selanjutnya Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memperluas daerah ujicoba di Kecamatan Amanuban Timur, Desa Tliu kepada 97 Rumah Tangga Sasaran. 

Dalam tahapan Sosialisasi dan Edukasi yang dilakukan pada 21-22 April 2017, bertempat di kantor Bappeda TTS serta keesokan harinya dilanjutkan di Balai Desa Tliu. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa, kepala urusan terkait, tokoh masyarakat, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemuda Muhammadiyah, Camat, Yayasan Besi Pae, Kopernik, Lazismu serta dihadiri oleh 97 rumah tangga calon penerima manfaat.

Membuka kegiatan ini, Regi Wahono, Koordinator Program Kemitraan dengan sektor dan swasta dan masyarakat menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan dalam bentuk lampu tenaga surya merupakan aset desa dan diharapkan bantuan yang diberikan menjadi stimulan bagi rumah tangga calon penerima manfaat untuk lebih produktif serta dapat mensejahterakan hidup.

Melalui forum ini terbentuk tim pengelola desa yang berfungsi mengelola iuran yang disepakati per bulannya sebesar Rp 5.000 dari 97 Rumah Tangga Penerima Manfaat serta kesepakatan untuk pengalokasian dana desa bagi rumah tangga yang belum mendapatkan Solar Home System (SHS) dari program ini. Selain itu kedepannya akan diberikan pendampingan secara intensif sekaligus bagi tim pengelola desa termasuk untuk menjadi agen garansi dan penjualan.

Kopernik yang hadir dalam kegiatan ini pula menginformasikan cara pemasangan serta perawatan SHS agar senantiasa berfungsi secara baik dan maksimal. Bersamaan dalam kegiatan ini pula sudah mulai dilakukan instalasi kepada 10 Rumah Tangga Penerima Manfaat oleh Yayasan Besi Pae dan Kopernik dan selanjutnya secara bertahap akan terus dilakukan hingga akhir minggu ini.

 

 

Tim Pengarah Koordinasi Nasional Meninjau Perkembangan Program Rintisan KIAT Guru

April 25, 2017 09:00:00 am

Rapat dibuka oleh Dr. E. Nurzaman A.M., M.Si, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (DJGTK) Kemdikbud, dan dipimpin oleh Dr. Ir. Bambang Widianto, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden/ Sekretaris Eksekutif TNP2K selaku Wakil Ketua Tim Pengarah Koordinasi Nasional – Program Rintisan KIAT Guru. Sementara laporan perkembangan pelaksanaan Program Rintisan KIAT Guru disampaikan oleh Dian Wahyuni, SH, M.Ed, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Sekretariat Jenderal Kemdikbud, selaku Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Nasional.

Pemerintah Uji Coba Kartu Pengganti Beras Sejahtera

Februari 14, 2017 14:05:00 pm

Warga kurang mampu kini tak akan lagi menerima beras sejahtera (Rastra). Sebagai gantinya, mereka menerima uang nontunai per bulan dalam bentuk kartu. Saldo yang tertera dalam kartu tersebut nantinya akan ditukarkan dengan komoditas beras dan bahan pokok lainnya dengan kualitas yang lebih baik. "Itu akan dilakukan nanti pada 23 Februari ini di 44 kota," kata Presiden usai melepas bantuan pangan bagi Sri Lanka di Kawasan Pergudangan Sunter, Bulog Divre DKI Jakarta, Selasa 14 Februari 2017. Pendistribusian bantuan beras melalui kartu tersebut tentunya memiliki sejumlah keuntungan. Warga diharapkan tidak akan lagi menerima beras dengan kualitas rendah karena mereka dapat bebas memilih beras dengan kualitas yang diinginkan dengan membelinya di pasar, warung, maupun toko. Untuk mendukung program tersebut, Perum Bulog telah mempersiapkan beras berkualitas dengan harga yang tetap bersaing. "Saya lihat persiapannya, misalnya beras nanti akan disiapkan seperti ini. Ini dijual per kilo jatuhnya Rp8.500 sudah dalam bentuk kemasan seperti ini dan namanya juga 'Beras Kita'," ungkap Presiden. Presiden sendiri memastikan bahwa pola distribusi bantuan beras tersebut akan dicoba terlebih dahulu di 44 kota di Indonesia. Dari uji coba tersebut, akan dievaluasi untuk mengetahui apakah terdapat kendala selama proses distribusi di lapangan. "Kemasannya bagus, kualitasnya bagus. Saya kira pola seperti ini yang akan kita coba dulu di 44 kota. Kalau ini lancar, baru kota dan kabupaten yang lain (menyusul)," Presiden mengakhiri. Sebelumnya, pada 16 Maret dan 19 Juli tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah membahas tentang rencana pemerintah untuk mendistribusikan bantuan pangan melalui kartu yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Kartu ini dapat digunakan untuk menebus beras, dan/atau telur, atau bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko pada harga yang berlaku. "Harapan saya adalah dengan reformasi ini, rakyat yang belum sejahtera, yang belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan. Mereka bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik dan juga bisa memperoleh nutrisi yang lebih seimbang. Tidak hanya karbohidrat, namun juga protein, misalnya telur," ujar Presiden kala itu. Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Halaman  01 |  02 |  03 |  04 |  05 |  06 |  07 |  08 |  09 |  10
Loading...
Tutup