Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan - TNP2K
Artikel

ARTIKEL

Wagub DKI Konsultasi Masalah Kemiskinan Ke TNP2K

Januari 18, 2018 13:55:00 pm

“Saya berharap kunjungan dan konsultasi ini akan menghasilkan kegiatan kerjasama yang konkrit sehingga kami bisa mendorong penurunan angka kemiskinan yang cenderung stagnan selama sepuluh tahun terakhir dan bahkan ada sedikit peningkatan sebesar 0,01 persen. Kami berambisi untuk menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 persen dalam lima tahun ini” jelas Sandiaga.

TNP2K Paparkan Hasil Pelaksanaan Uji Coba Wilayah Perluasan Program BPNT 2018

Desember 28, 2017 11:15:00 am

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial Andi ZA. Dulung yang membuka kegiatan lokakarya Penutupan Uji Coba Perluasan Wilayah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2018 Jumat lalu (22/12) di hotel Mercure Sabang Jakarta Pusat mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini harus bisa segera tanggap dengan berbagai temuan yang didapat dari pemantauan yang dilakukan, “Memang harus kita akui masih banyak masalah yang kita hadapi dalam pelaksanaan program seperti ini. Namun dengan temuan-temuan yang kita dapat, diharapkan tahun depan pelaksanaan program BPNT akan mengalamai banyak perbaikan,” tuturnya.

TNP2K Perluas Kerjasama Perencanaan dan Evaluasi APBD Untuk Tanggulangi Kemiskinan

Desember 21, 2017 11:50:00 am

Tahun ini TNP2K memperluas kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah untuk mereplikasi model advokasi belanja publik untuk penanggulangan kemiskinan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Wakil Bupati Manggarai Barat Dukung Program Kemitraan Listrik bagi Masyarakat Miskin

Nopember 28, 2017 15:45:00 pm

Photo opps

 

Dalam rangka mengembangkan program elektrifikasi untuk mengatasi ketimpangan dan kemiskinan yang sebelumnya dilakukan di Timor Tengah Selatan (TTS), Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memperluas wilayah ujicoba Program Listrik bagi Masyarakaat Miskin di Manggarai Barat sesuai data PLN ada 119 desa belum berlistrik.

Saat dijumpai dalam audiensi bersama dengan Maria Geong, Wakil Bupati Manggarai Barat pada Rabu (21/11) pihaknya beserta jajaran pemerintah kabupaten Manggarai Barat menyambut baik serta mendukung program kemitraan dan inisiatif ini dan siap melakukan koordinasi yang diperlukan. 
 
"Kami sangat senang dan menyambut baik inisiatif ini guna mempercepat dan memperluas akses masyarakat miskin kepada energi listrik. Kami beserta jajaran pemerintah kabupaten juga siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga swadaya lokal guna melakukan pelatihan serta pemberdayaan agar masyarakat miskin merasakan adanya manfaat program ini sekaligus memastikan keberlanjutannya," ujar Wabup.
 
Beliau juga menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan penerangan yang akan diberikan dapat membuat masyarakat menjadi mandiri dan produktif sehingga membuat kehidupan mereka menjadi lebih sejahtera, tambahnya. 
 
TNP2K yang diwakili oleh Regi Wahono, Koordinator Program Kemitraan dengan Sektor Swasta dan Masyarakat, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan positif dari Wabup sekaligus pihak-pihak terkait dan berharap agar program ini dapat bermafaat serta berkelanjutan. 
 
Sebagai langkah awal untuk tahapan perluasan, TNP2K melakukan scoping/survei awal guna memastikan calon penerima manfaat sesuai dengan data yang ada di Data Terpadu. Survei dilakukan di tiga (3) desa: Ndoso, Kombo Selatan dan Welak. Adapun desa yang disasar untuk program elektrifikasi ini bersinergi dengan wilayah sasaran program KIAT Guru. 
 

TNP2K Beri Masukan Penyelenggaraan City Sanitation Summit

Nopember 13, 2017 11:00:00 am

Jajaran pengurus Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) yang dipimpin oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi menemui Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto untuk mendapat masukan mengenai rencana penyelenggaraan “City Sanitation Summit XVII” (CSS) yang akan diselenggarakan di Makassar awal Desember mendatang. Dalam paparannya, Rizal menyampaikan maksud pihak penyelenggaran untuk mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membuka acara tersebut. Sekretaris Eksekutif TNP2K menyambut baik undangan tersebut mengingat pemerintah saat ini terus berupaya menjalankan berbagai program terkait sanitasi sebagai upaya menanggulangi persoalan stunting di Indonesia. Bambang menyatakan bahwa apa yang tengah dilakukan oleh AKKOPSI juga mengacu kepada pilar ketiga penanganan stunting yang telah dicanangkan oleh pemerintah secara nasional dimana diperlukan konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program nasional, daerah dan masyarakt untuk menangani stunting. Sementara itu Walikota Makassar Danny Pomanto yang menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan acara CSS XVII memberikan paparan mengenai berbagai contoh program sanitasi yang telah dilakukan di daerahnya. Menanggapi paparan tersebut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah memiliki daftar 100 desa termiskin di Indonesia dimana anggota AKKOPSI dapat bertindak sebagai pembimbing kepada daerah-daerah tersebut dalam melaksanakan program sanitasi sehingga permasalahan stunting di daerah tersebut dapat ditanggulangi lebih cepat dan terarah. “Saya berharap AKKOPSI dapat memaparkan praktek-prakter terbaik yang telah diterapkan di daerah para anggotanya sekaligus menggandeng daerah yang ada dalam daftar 100 desa tertinggal tersebut sehingga mereka bisa melihat secara langsung perubahan positif di masyarakat dari upaya-upaya penyelenggaraan sanitasi,” tutur Bambang. Direktur Eksekutif AKKOPSI Josrizal Zain menyambut baik masukan TNP2K untuk menjalankan program bimbingan bagi daerah termiskin sudah sejalan dengan kegiatan organisasi selama ini. AKKOPSI juga akan mengintegrasikan masukan TNP2K dalam menjalankan program-program organisasi kedepannya. Acara koordinasi ini juga dihadiri oleh Bupati Cimahi Ajay M. Priatna serta perwakilan MCA Indonesia.

Gandeng Bank Swasta, TNP2K Perluas Ujicoba Listrik Bagi Masyarakat Miskin

Nopember 10, 2017 13:15:00 pm

Setelah menyelesaikan ujicoba tahap awal di 5 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sekretariat TNP2K bersama Pemerintah Kabupaten TTS, Lazis Muhammadiyah (Lazismu), Yayasan Gotong Royong Fund (GRF), Yayasan Besipae sebagai para mitra utama bersepakat untuk melanjutkan kerjasama untuk perluasan wilayah ujicoba. Melalui GRF, TNP2K menggandeng Bank Artha Graha dalam perluasan ujicoba ini, yang akan mengkombinasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke dalam program listrik bagi masyarakat miskin sebagai pendukung komponen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sasaran. Untuk melanjutkan kerjasama, TNP2K bersama dengan para mitra menandatangani perpanjangan nota kesepakatan pada Kamis 9 November di kantor TNP2K Kebon Sirih Jakarta Pusat. Saat ini ada sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu serta 12 ribu desa di Indonesia yang belum menikmati sambungan listrik. Keadaan ini menimbulkan ketimpangan dan menyulitkan upaya penanggulangan kemiskinan yang tengah dilakukan oleh pemerintah. Menghadapi keadaan tersebut, TNP2K mengembangkan program elektrifikasi untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan dengan menggandeng pihak swasta dan masyarakat. Kemitraan ini dilakukan dengan harapan untuk semakin mempercepat dan memperluas akses masyarakat miskin kepada energi listrik. Dalam sambutannya Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto yang telah meninjau pelaksanaan program secara langsung di lapangan menyambut gembira terlaksananya kemitraan ini, dan mendorong semua pihak untuk berkomitmen dalam melanjutkan program ini agar dapat menjadi model dan contoh oleh berbagai pihak terkait dalam menanggulangi kemiskinan. Bupati TTS Paulus Victor Rolland Mella menyatakan terima kasih atas pelaksanaan program bantuan listrik tenaga surya ini, “Banyak yang merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Sejak Indonesia merdeka mereka belum pernah merasakan keberadaan penerangan di malam hari. Dengan adanya penerangan di malam hari, sekarang mereka menjadi lebih produktif dan pendapatan juga mulai meningkat,” jelasnya. Ketua Yayasan Artha Graha Peduli Indra S. Budianto beranggapan program bantuan listrik tenaga surya untuk masyarakat miskin ini sesuai dengan tujuan dari upaya yayasan untuk memberdayakan masyarakat, “Kami gembira jika masyarakat bisa lebih produktif dengan pelaksanaan program ini. Kami juga berharap kedepannya jumlah penerima manfaat bisa lebih banyak serta modalitas bantuan bisa beragam seperti pengadaan energi biogas dan sebagainya,” tutur Indra. Sementara itu wakil dari Lazizmu dan GRF menyatakan komitmen mereka untuk keberlanjutan dan pengembangan program bantuan akses energi untuk masyarakat miskin di masa datang. Pada bulan Desember 2017 akan dilakukan peluncuran perluasan wilayah uji coba menjadi 11 desa di empat kecamatan kabupaten TTS.

Halaman  01 |  02 |  03 |  04 |  05 |  06 |  07 |  08 |  09 |  10
Loading...
Tutup