Program


Human Interest Story: Semangat Kader Desa Kesuma Jaya Untuk Meningkatkan Layanan Pendidikan

Saat ditanya, “Apakah Bapak bersedia menjadi kader desa KIAT Guru?” dengan tegas Mundan, seorang tokoh agama desa Kesuma Jaya, menjawab, “Siap, apabila masyarakat dan sekolah mempercayainya.” 

Cerita ini bermula ketika Fasilitator Masyarakat bertugas untuk mencari kader sebagai mitra dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pemberdayaan masyarkat di desa Kesuma Jaya, Kecamatan Jelai Hulu. Desa Kesuma Jaya adalah salah satu dari 59 desa peserta rintisan KIAT Guru di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat, sang Fasilitator Masyarakat membutuhkan seorang kader desa yang berasal dari warga setempat. Sang kader desa sendiri juga harus memiliki jiwa kesukarelawanan dan kemauan yang tinggi untuk belajar bersama masyarakat dan sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di desa.

Proses pencarian sosok kader desa dimulai dari diskusi Fasilitator Masyarakat dengan Kepala Sekolah, para guru di SDN 06 Jelai Hulu, serta perwakilan tokoh masyarakat desa. Dari diskusi tersebut, munculah nama-nama warga yang dianggap memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan di desa Kesuma Jaya. Di antaranya adalah Refi Hamdani yang juga akrab dipanggil dengan Mundan. Beliau adalah seorang tokoh agama yang berumur 51 tahun dan memiliki dua cucu yang bersekolah di SDN 06 Jelai Hulu. Mundan adalah sosok yang dihormati oleh masyarakat setempat karena perannya sebagai penghulu yang memberkati pernikahan yang berlangsung di desa Kesuma Jaya serta kepiawaiannya menyenandungkan  kesenian syair khas Melayu.

Kader Desa memfasilitasi pertemuan merumuskan harapan anak untuk pendidikan

Setiap saat berdiskusi tentang kondisi pendidikan di desanya, Mundan selalu antusias karena ingin melihat perbaikan layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah maupun oleh masyarakat. Karenanya, saat ditanya kesanggupannya menjadi kader desa, Mundan tidak ragu untuk mengatakan, “Ya saya sanggup”.

 Hal itu dibuktikannya ketika acara sosialisasi program KIAT Guru yang berlangsung di balai desa Kesuma Kaya, Pak Mundan menyampaikan komitmennya sebagai kader desa dihadapan perwakilan warga desa dan para guru SDN 06 Jelai Hulu.

“Saya siap. Saya akan mencoba yang terbaik. Terima kasih sudah memberi kepercayaan kepada saya  saya.” 

Pernyataannya pun disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari peserta pertemuan.

Sebagai Kader Desa, Mundan bersama dengan Fasilitator Masyarakat telah memfasilitasi rangkaian pertemuan penyedia layanan (guru dan kepala sekolah) dan pengguna layanan (murid, orang tua murid, dan masyarakat) yang pada akhirnya menghasilkan sebuah kesepakatan layanan antara kedua pihak guna meningkatkan kualitas pendidikan di desa Kesuma Jaya.

Kepala sekolah dan para guru SDN 06 Jelai Hulu menyambut baik peran Mundan sebagai kader desa. Sejak program KIAT Guru masuk ke desa Kesuma Jaya bulan November 2016, hubungan antar sekolah dan masyarakat mulai terjalin. Salah satu hasil yang terlihat adalah keterlibatan orang tua murid dalam melengkapi anak-anaknya dengan seragam serta mengantar mereka untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka setiap hari Jum’at sore di sekolah. Para guru berharap Mundan dapat menjadi pendorong dalam terus melanjutkan komunikasi yang baik antara sekolah dengan masyarakat:

“Dengan bantuan Mundan sebagai kader desa, saya yakin sekolah akan semakin terbuka terhadap masukan dari orang tua untuk meningkatkan kegiatan belajar di sekolah,” ucap Kepala Sekolah.

Kader Desa memfasilitasi pembentukan Kesepakatan Layanan antara guru dan masyarakat di desa Kesuma Jaya

Tingginya semangat untuk menjadi kader yang baik membuat Pak Mundan tidak malu bertanya kepada Fasilitator Masyarakat dan bersama merefleksikan kembali kegiatan KIAT Guru yang telah difasilitasinya. Keramahan dan kegemarannya untuk bergurau juga sering memecahkan suasana pertemuan dimana diskusi yang sempat tegang dicairkan menjadi dialog yang nyaman, terbuka dan peserta yang penuh dengan tawa.  Peran Mundan mengatasi potensi konflik dalam forum sangat dirasakan saat proses pembentukan Kesepakatan Layanan atau janji layanan guru dan masyarakat serta dalam pemilihan anggota Kelompok Pengguna Layanan sebagai perwakilan masyarakat dan orang tua murid dalam melakukan penilaian bulanan terhadap layanan guru.   

Setelah berakhirnya masa program KIAT Guru di kabupaten Ketapang, sang kader desa lah yang akan terus mendukung masyarakat serta sekolah untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di desa Kesuma Jaya. Cerita Mundan menunjukan semangat tokoh lokal yang tak pernah putus asa memperjuangkan kebaikan tanah kelahirannya. Komitmen beliau mengajar generasi muda di desa Kesuma Jaya untuk menjadi pro-aktif dalam memulai perubahan yang berawal dari diri sendiri dan bukan dari penantian bantuan dari pihak luar.